Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. (Mazmur 1:1-2)
Wanita,….berdasarkan riset dari Prof Dr Jeffrey Leven dan Dr David Larsen (Washington Times, 30 Juli 1996), dilaporkan bahwa apabila orang membaca Alkitab secara teratur, ini bukan saja baik bagi jiwanya, tetapi juga baik bagi tubuhnya. Mereka melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang, selama berbulan-bulan. Ditemukan bahwa pada mereka yang membaca Alkitab secara teratur:
# mempunyai tekanan darah lebih rendah
# tingkat depresi lebih rendah
# lebih sedikit penderita penyakit jantung
# jarang yang kecanduan obat maupun alkohol
# jarang terjadi perpecahan dalam perkawinan
# tingkat kesehatannya jauh lebih baik
Dan berdasarkan laporan dari Religion in American Life, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering membaca Alkitab, mempunyai kemungkinan 50% jauh lebih banyak untuk menolak obat-obatan yang terlarang, daripada mereka yang tidak pernah membaca Alkitab. Di samping itu di tempat pekerjaan mereka, mereka memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi di atas rata-rata.
Sobat Wanita,…. betapa banyaknya manfaat dari membaca Alkitab. Semoga hasil riset diatas,..memotivasi diri kita untuk lebih taat lagi, ingin setiap hari membaca Alkitab.
Jika anda belum membaca Alkitab setiap hari, mulailah membacanya. Mulailah dengan membaca Kitab Amsal atau Mazmur terlebih dahulu, satu pasal setiap hari. Renungkan ayat demi ayat, lalu berdoalah minta petunjuk Tuhan atas firman tersebut, niscaya anda akan merasakan perubahan demi perubahan dalam diri anda.
FIRMAN TUHAN BAGAI VITAMIN/OBAT YANG MANJUR BAGI TUBUH JIWA RAGA KITA.
Cerita-Renungan
Selasa, 13 Maret 2012
Standar Umum
Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini. —Ulangan 4:8
Bacaan Untuk Setahun:
Di awal hingar-bingarnya kelahiran Internet, para pengembang situs membuat aturan-aturan mereka sendiri. Alhasil, terjadilah kekacauan. Salah satu di antara permasalahan yang timbul adalah sesuatu yang terlihat bagus di satu komputer tidak dapat terbaca di komputer lain. Ini menyebabkan para perancang menyebut Internet sebagai jaringan liar, seperti suatu masa di wilayah Barat di Amerika Serikat ketika belum ada hukum yang berlaku. Untuk memperbaiki kekacauan ini, para pengembang situs mulai bertemu untuk menetapkan standar-standar yang disepakati bersama.
Permohonan mereka mengingatkan kita akan alasan penting mengapa bangsa Israel memiliki hukum yang mengatur hidup mereka ketika mereka meninggalkan Mesir (Ul. 4:1). Tanpa hukum-hukum itu, kehidupan mereka akan menjadi anarkis. Namun, dengan hukum-hukum itu, mereka memiliki suatu sistem kehidupan yang begitu unggul sehingga ini akan menunjukkan kebesaran Allah Israel kepada bangsa-bangsa lain (ay.
.
Di zaman sekarang, untuk mengatur dunia yang kacau, egois dan penuh dosa ini, hidup orang percaya tunduk kepada hukum Kristus (Gal. 6:2), dimana Kristus sendiri adalah penggenapan hukum Taurat (Mat. 5:17). Ketika kita tunduk kepada standar yang telah ditetapkan oleh Kristus dan mengasihi sesama sama seperti Allah telah mengasihi kita, kita akan hidup dalam damai dengan sesama dan dengan demikian, memberikan kesaksian bagi dunia tentang betapa agungnya Allah itu. —JAL
Mari maju, sesuai dengan panggilan Allah,
Ditebus dengan darah Yesus yang begitu mulia;
Kasih-Nya ditunjukkan, hidup-Nya dijadikan panutan,
Pesan-Nya diberitakan, belas kasih-Nya diteruskan. —Whittle
Melalui kasih kita pada Allah dan sesama, dunia akan mengetahui betapa agungnya Allah kita.
Sumber: Santapan Rohani
Bacaan Untuk Setahun:
Di awal hingar-bingarnya kelahiran Internet, para pengembang situs membuat aturan-aturan mereka sendiri. Alhasil, terjadilah kekacauan. Salah satu di antara permasalahan yang timbul adalah sesuatu yang terlihat bagus di satu komputer tidak dapat terbaca di komputer lain. Ini menyebabkan para perancang menyebut Internet sebagai jaringan liar, seperti suatu masa di wilayah Barat di Amerika Serikat ketika belum ada hukum yang berlaku. Untuk memperbaiki kekacauan ini, para pengembang situs mulai bertemu untuk menetapkan standar-standar yang disepakati bersama.
Permohonan mereka mengingatkan kita akan alasan penting mengapa bangsa Israel memiliki hukum yang mengatur hidup mereka ketika mereka meninggalkan Mesir (Ul. 4:1). Tanpa hukum-hukum itu, kehidupan mereka akan menjadi anarkis. Namun, dengan hukum-hukum itu, mereka memiliki suatu sistem kehidupan yang begitu unggul sehingga ini akan menunjukkan kebesaran Allah Israel kepada bangsa-bangsa lain (ay.
Di zaman sekarang, untuk mengatur dunia yang kacau, egois dan penuh dosa ini, hidup orang percaya tunduk kepada hukum Kristus (Gal. 6:2), dimana Kristus sendiri adalah penggenapan hukum Taurat (Mat. 5:17). Ketika kita tunduk kepada standar yang telah ditetapkan oleh Kristus dan mengasihi sesama sama seperti Allah telah mengasihi kita, kita akan hidup dalam damai dengan sesama dan dengan demikian, memberikan kesaksian bagi dunia tentang betapa agungnya Allah itu. —JAL
Mari maju, sesuai dengan panggilan Allah,
Ditebus dengan darah Yesus yang begitu mulia;
Kasih-Nya ditunjukkan, hidup-Nya dijadikan panutan,
Pesan-Nya diberitakan, belas kasih-Nya diteruskan. —Whittle
Melalui kasih kita pada Allah dan sesama, dunia akan mengetahui betapa agungnya Allah kita.
Sumber: Santapan Rohani
Kejujuran
Alkisah, di sebuah kerajaan. Karena raja tidak memiliki putra penerus, maka raja menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu, dibuatlah sayembara pemilihan ke seluruh negeri, agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh baginda raja sendiri.
Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani proses tes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini."
Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda."
Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu.
Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Baginda senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!"
Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!"
Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran .
Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur,
sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan
Mzm. 37:37
Support by : http://klikajadeh.com/?r=oldian
Babak akhir, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi. Di ibu kota kerajaan, mereka harus menjalani proses tes terakhir oleh sang raja. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu persatu. Di hadapan mereka raja berpesan, "Anak-anakku. Tugas sebagai abdi negara bukanlah hal yang mudah. Itu adalah amanah yang harus diemban dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik. Nah, sebagai tes terakhir, ini kuberi tiap orang 5 butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulanglah dan datanglah 2 minggu kemudian kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini."
Dua minggu kemudian, di hadapan raja, 7 pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang ke-8, dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat ke arah pot yang dibawanya dan berkata, "Ampun baginda, maafkan hamba. Biji yang baginda berikan telah saya tanam, saya rawat dengan hati-hati, tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda! Saya tidak mengerti dimana kesalahan saya, tetapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan di tangan baginda."
Terlihat senyum penuh kepuasan kemudian disusul tawa terbahak-bahak sang baginda. "Hahaha...!" Semua yang hadir disitu saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu.
Lalu, Raja menepuk pundak si pemuda, dan berkata, "Terima kasih anak muda. Baginda senang dan puas. Ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa di antara seluruh rakyat negeri ini!"
Sambil berpaling kepada semuanya, raja melanjutkan," Dengar baik-baik. Pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku. Dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini di masa depan. Memang tanamannya tidak tumbuh, sepertinya dia gagal! Tetapi sebenarnya, biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu, jadi ..ya pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun, karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang dibawa anak-anak muda ini. Hai...kalian 7 pemuda, tidak jujur! Kalian pantas dihukum karena berani menipu baginda!"
Segera ketujuh pemuda itu berlutut memohon ampun, namun baginda raja langsung memerintahkan untuk menangkap dan menghukum berat ketujuh pemuda itu. Sungguh tragis, ambisi mereka untuk meraih jabatan tersandung karena ketidakjujuran .
Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur,
sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan
Mzm. 37:37
Support by : http://klikajadeh.com/?r=oldian
Bersahabat dengan-NYA
Yohanes 15:11-15:
Sahabat adalah orang yang kepadanya kita percaya. Dengan seorang sahabat kita dapat menceritakan semua kesesakan bahkan rahasia kita, sehingga kita beroleh kelegaan, ketenangan, dan kedamaian. Seorang sahabat bersedia memahami keadaan kita meski belum tentu selalu menyetujui pilihan-pilihan kita. Dengan sahabat, kita berani menjadi diri sendiri, tampil apa adanya tanpa perlu memakai polesan dan mengupayakan kesan tertentu. Yesus berkata kepada kita, Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku (ayat 15). Semua yang penting dan perlu telah Dia bagikan kepada sahabat-sahabat-Nya. Wow, betapa terhormatnya kita, karena Yesus bersedia merendahkan diri dan memperlakukan kita sebagai sahabat-Nya. Bukan karena kita layak, melainkan karena Yesus melayakkan kita menjadi sahabat-Nya, sehingga Dia mau membagikan rahasia-Nya kepada kita, yakni segala sesuatu yang Dia ketahui dari Bapa-Nya. Bukan itu saja! Pada puncak pernyataan kasih-Nya, Dia bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita, sahabat-sahabat-Nya (ayat 13). Pertanyaannya, apakah kita juga menjadikan Yesus sahabat kita? Sungguhkah kita rela memercayakan semua rahasia kepada-Nya, dan memberi tahu Dia tentang semua yang kita lakukan dan pergumulkan? Lebih jauh lagi, apakah kita juga rela memberikan nyawa kita demi Dia, Sahabat kita? Bahwa Yesus adalah Sahabat kita, itu pasti. Bahwa kita adalah sahabat Yesus, itu yang harus dibuktikan
JIKA KITA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH DALAM SEGALA HAL KITA AKAN DIPIMPIN KEPADA HIDUP YANG BAHAGIA.
By : Renungan Harian
Sahabat adalah orang yang kepadanya kita percaya. Dengan seorang sahabat kita dapat menceritakan semua kesesakan bahkan rahasia kita, sehingga kita beroleh kelegaan, ketenangan, dan kedamaian. Seorang sahabat bersedia memahami keadaan kita meski belum tentu selalu menyetujui pilihan-pilihan kita. Dengan sahabat, kita berani menjadi diri sendiri, tampil apa adanya tanpa perlu memakai polesan dan mengupayakan kesan tertentu. Yesus berkata kepada kita, Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku (ayat 15). Semua yang penting dan perlu telah Dia bagikan kepada sahabat-sahabat-Nya. Wow, betapa terhormatnya kita, karena Yesus bersedia merendahkan diri dan memperlakukan kita sebagai sahabat-Nya. Bukan karena kita layak, melainkan karena Yesus melayakkan kita menjadi sahabat-Nya, sehingga Dia mau membagikan rahasia-Nya kepada kita, yakni segala sesuatu yang Dia ketahui dari Bapa-Nya. Bukan itu saja! Pada puncak pernyataan kasih-Nya, Dia bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita, sahabat-sahabat-Nya (ayat 13). Pertanyaannya, apakah kita juga menjadikan Yesus sahabat kita? Sungguhkah kita rela memercayakan semua rahasia kepada-Nya, dan memberi tahu Dia tentang semua yang kita lakukan dan pergumulkan? Lebih jauh lagi, apakah kita juga rela memberikan nyawa kita demi Dia, Sahabat kita? Bahwa Yesus adalah Sahabat kita, itu pasti. Bahwa kita adalah sahabat Yesus, itu yang harus dibuktikan
JIKA KITA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH DALAM SEGALA HAL KITA AKAN DIPIMPIN KEPADA HIDUP YANG BAHAGIA.
By : Renungan Harian
13 Karakter Orang Yang Sukses Dalam Berbisnis
1. Punya cita-cita yang kuat
2. Tidak pernah takut untuk gagal
3. Berani keluar dari comfort zone, berani mengerjakan hal-hal yang tidak menyenangkan pada mulanya, setelah itu menikmati kesenangan untuk selamanya
4. Bertanggung jawab penuh untuk hasil yang ia dapatkan
5. Tidak pernah menunggu waktu yang menurutnya tepat untuk memulai sesuatu
6. Mampu menyusun target pribadi
7. Punya rencana kerja dan mengevaluasinya secara berkala
8. Punya disiplin diri untuk mengerjakan langkah2 sesuai target
9. Tahu cara memilah penting dan tidak penting
10. Selalu melihat keadaan yang tidak menyenangkan dan selalu ada jalan keluar untuk itu
11. Punya jiwa besar yang selalu membari dukungan kepada orang lain, sehingga mampu melihat kesuksesan orang lain sebagai tantangan/motivasi untuk membuatnya lebih maju
12. Selalu mempunyai sikap positif terhadap apa yang ia dapatkan
13. Selalu merasa bersyukur terhadap apa yang ia dapatkannya
ini adalah 13 karakter jika anda ingin mejadi orang yang sukses dalam wirausaha, sebaiknya anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Bertanggung jawab penuh untuk hasil yang ia dapatkan
5. Tidak pernah menunggu waktu yang menurutnya tepat untuk memulai sesuatu
6. Mampu menyusun target pribadi
7. Punya rencana kerja dan mengevaluasinya secara berkala
8. Punya disiplin diri untuk mengerjakan langkah2 sesuai target
9. Tahu cara memilah penting dan tidak penting
10. Selalu melihat keadaan yang tidak menyenangkan dan selalu ada jalan keluar untuk itu
11. Punya jiwa besar yang selalu membari dukungan kepada orang lain, sehingga mampu melihat kesuksesan orang lain sebagai tantangan/motivasi untuk membuatnya lebih maju
12. Selalu mempunyai sikap positif terhadap apa yang ia dapatkan
13. Selalu merasa bersyukur terhadap apa yang ia dapatkannya
ini adalah 13 karakter jika anda ingin mejadi orang yang sukses dalam wirausaha, sebaiknya anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
ADIL DAN PENUH KASIH
Alkisah sebuah cerita mengenai seorang jenderal wanita yang bernama jenderal Shameela.
suatu ketika saat ia memimpin sepasukan untuk berperang di perbatasan, komandannya melaporkan bahwa bahan makanan mereka telah dicuri. setelah berpikir cukup lama sang jenderal akhirnya mengambil keputusan kalo pencurinya harus dicari dan dihukum cambuk !
ternyata selidik punya selidik pencurinya adalah ibu sang jenderal.
jenderal Shameela dengan berat tetap memutuskan bahwa hukuman besok akan tetap dilaksanakan. anak buahnya bertambah segan padanya karena jenderal tersebut terkenal dengan keadilannya.
besoknya saat upacara hukuman akan dimulai, ia mendekati para algojo dan memberitahu mereka untuk menghukum sesuai dengan peraturan.
saat cambuk itu dilayangkan, sang jenderal memeluk mamanya sehingga jenderal Shameela yang terkena cambukannya itu.
begitulah kasih Kristus buat kita. selain adil, ia juga penuh kasih. apabila manusia tahu berbuat yang terbaik untuk orang yang disayangi apalagi Tuhan kita Yesus Kristus.
saat aku kehilangan pegangan dan kehilangan cinta, cerita ini kembali menguatkan aku !
semoga dengan demikian, para saudara-saudariku dalam Kristus semoga cerita ini dapat menguatkanmu !
Tuhan memberkati kita semua
GBU
suatu ketika saat ia memimpin sepasukan untuk berperang di perbatasan, komandannya melaporkan bahwa bahan makanan mereka telah dicuri. setelah berpikir cukup lama sang jenderal akhirnya mengambil keputusan kalo pencurinya harus dicari dan dihukum cambuk !
ternyata selidik punya selidik pencurinya adalah ibu sang jenderal.
jenderal Shameela dengan berat tetap memutuskan bahwa hukuman besok akan tetap dilaksanakan. anak buahnya bertambah segan padanya karena jenderal tersebut terkenal dengan keadilannya.
besoknya saat upacara hukuman akan dimulai, ia mendekati para algojo dan memberitahu mereka untuk menghukum sesuai dengan peraturan.
saat cambuk itu dilayangkan, sang jenderal memeluk mamanya sehingga jenderal Shameela yang terkena cambukannya itu.
begitulah kasih Kristus buat kita. selain adil, ia juga penuh kasih. apabila manusia tahu berbuat yang terbaik untuk orang yang disayangi apalagi Tuhan kita Yesus Kristus.
saat aku kehilangan pegangan dan kehilangan cinta, cerita ini kembali menguatkan aku !
semoga dengan demikian, para saudara-saudariku dalam Kristus semoga cerita ini dapat menguatkanmu !
Tuhan memberkati kita semua
GBU
Senin, 20 Februari 2012
20 Feb 2012
Bacaan: Mazmur 1:1-6
Tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam... - Mazmur 1:1
Tetapi yang kesukaannya ialah taurat Tuhan dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam... - Mazmur 1:1
Hampir barang yang kita beli, selalu disertakan user guide atau buku petunjuk didalamnya. Dengan tujuan agar sebelum memakai barang tersebut kita lebih dulu
tahu apa fungsi-fungsi yang tersedia, petunjuk penggunaan, cara mengatasi masalah, dan beberapa hal penting lainnya yang perlu kita perhatikan saat
menggunakan barang tersebut. Namun sayang, sangat sedikit dari antara kita yang memanfaatkan user guide tersebut. Kita mengabaikannya. Meninggalkannya di kotak dos dan mengabaikannya.
tahu apa fungsi-fungsi yang tersedia, petunjuk penggunaan, cara mengatasi masalah, dan beberapa hal penting lainnya yang perlu kita perhatikan saat
menggunakan barang tersebut. Namun sayang, sangat sedikit dari antara kita yang memanfaatkan user guide tersebut. Kita mengabaikannya. Meninggalkannya di kotak dos dan mengabaikannya.
Karena tidak pernah membaca user guide tersebut, maka cara kita menggunakan barang tersebut juga asal saja. Akibatnya barang yang kita beli dengan cepat
mengalami masalah. Setelah barang kita bermasalah barulah kita mencari user- guide yang tertimbun di antara sterofoam dan berusaha menyelamatkan barang kita
yang sedang bermasalah itu. Ah, seandainya saja kita memperhatikan apa-apa yang ditulis dalam buku panduan itu, tentu ceritanya akan berbeda. Sejauh mana si
pemilik menuruti kata-kata dalam, buku petunjuk tersebut, itu akan menentukan keadaan barangnya.
mengalami masalah. Setelah barang kita bermasalah barulah kita mencari user- guide yang tertimbun di antara sterofoam dan berusaha menyelamatkan barang kita
yang sedang bermasalah itu. Ah, seandainya saja kita memperhatikan apa-apa yang ditulis dalam buku panduan itu, tentu ceritanya akan berbeda. Sejauh mana si
pemilik menuruti kata-kata dalam, buku petunjuk tersebut, itu akan menentukan keadaan barangnya.
Menjadi percaya Yesus kurang lebih juga seperti itu. Kita diberikan user guide berupa Alkitab. Cara kita memperlakukan Alkitab akan sangat berpengaruh dalam
kehidupan rohani kita. jika kita merasa sok tahu dan mengabaikan setiap petunjuk yang tertulis dalam Alkitab, akibatnya bisa fatal. Atau mungkin saja kita pernah
membaca Alkitab, namun hanya karena kita merasa aturan-aturan yang tertulis dalam Alkitab terlalu ketat, kolot, kuno, membatasi kesenangan dan kebebasan
kita, maka kita memilih menjalani kekristenan menurut cara kita sendiri.
kehidupan rohani kita. jika kita merasa sok tahu dan mengabaikan setiap petunjuk yang tertulis dalam Alkitab, akibatnya bisa fatal. Atau mungkin saja kita pernah
membaca Alkitab, namun hanya karena kita merasa aturan-aturan yang tertulis dalam Alkitab terlalu ketat, kolot, kuno, membatasi kesenangan dan kebebasan
kita, maka kita memilih menjalani kekristenan menurut cara kita sendiri.
User Guide atau buku petunjuk tidak pernah dibuat untuk merepotkan orang yang membeli tersebut. Demikian juga Alkitab tidak pernah dibuat Tuhan untuk
merepotkan kita atau memasung kebebasan kita. Sebagai mana user guide dibuat untuk menolong bagi pemakainya, demikian juga Alkitab diciptakan untuk menolong kita. Semua jawaban dari seluruh kehidupan kita ada dalam Alkitab. Masalahnya, apakah kita membaca Alkitab ataukah justru mengabaikannya? Apakah kita punya waktu-waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman Allah ? Pertenyaan klasik yang selalu susah untuk dijawab!
merepotkan kita atau memasung kebebasan kita. Sebagai mana user guide dibuat untuk menolong bagi pemakainya, demikian juga Alkitab diciptakan untuk menolong kita. Semua jawaban dari seluruh kehidupan kita ada dalam Alkitab. Masalahnya, apakah kita membaca Alkitab ataukah justru mengabaikannya? Apakah kita punya waktu-waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman Allah ? Pertenyaan klasik yang selalu susah untuk dijawab!
Ambillah waktu-waktu khusus untuk membaca Alkitab secara rutin dan tambahan beberapa pasal setiap harinya.
Langganan:
Komentar (Atom)